Instalasi

on Sabtu, 29 September 2012

Mengatur Kabel Loteng Setelah Renovasi
Setelah proses renovasi rumah berakhir, tentunya akan ada kebutuhan listrik baru yang mengikuti perkembangan kebutuhan ruang. Distribusi aliran listrik dari kabel loteng kadang terluput dari daftar pekerjaan renovasi. Hal ini sederhana tetapi akan menjadi cukup vital dan merepotkan apabila tidak segera dibereskan. 
Prinsip sederhana instalasi listrik.
Listrik akan menyala hanya apabila rangkaian yang dipasang termasuk rangkaian tertutup. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam merencanakan jaringan listrik di loteng.
1.   Membuat sirkuit yang terpisah antara lantai bawah dan lantai atas. Pemisahan ini bertujuan untuk memudahkan perawatan dan pengecekan, terutama ketika terjadi kerusakan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penambahan jumlah sekering yang dipasang untuk menjaga perabotan elektronik jika terjadi korsleting.  Sirkuit juga perlu dipasang paralel agar tidak mati lampu semua secara serentak lantai atas dan bawah.
2.   Merencanakan jaringan listrik loteng, terutama dalam penempatannya. Penempatan yang dimaksud adalah dalam hal posisi titik lampu, arah hadap lampu, dan posisi benda-benda elektronik. Sesuaikan dengan kebutuhan ruang Anda. Tandai bagian-bagian mana yang memerlukan stop kontak atau titik lampu, sehingga nantinya tidak diperlukan terlalu banyak penambahan kabel saat aliran listrik sudah beroperasi. Misalnya, di kamar mandi lantai dua, berikan stop kontak yang cukup untuk kebutuhan pemanas air, alat pengering rambut, maupun alat pencukur rambut.
3.   Menggunakan kabel yang memiliki lapisan pelindung untuk keamanan, terutama untuk kabel ekspos (tidak ditanam pada bagian dalam dinding).
Serba-serbi Pencahayaan Loteng
  1. Setelah permasalahan jaringan listrik beres, selanjutnya kita melangkah menuju desain pencahayaan. Pencahayaan harus sesuai dengan kebutuhan ruangan maupun sasaran estetika. Sama halnya dengan di lantai bawah, lampu di loteng juga harus dapat menerangi bagian ruangan secara jelas, terutama pada jalur tangga yang menjadi akses per lantai. Pada bagian ini, selain harus cukup terang untuk alasan keselamatan, juga merupakan elemen interior yang penting dan dapat dieskspos secara estetika.
  2. Sebuah lampu dapat dihubungkan dengan dua saklar, yaitu antara saklar di lantai bawah dengan saklar di lantai atas. Hal ini ditujukan sebagai kemudahan dan efisiensi energi, supaya ketika Anda berjalan dari lantai bawah ke atas, tidak perlu turun lagi untuk mematikan lampu yang tidak terpakai, maupun sebaliknya. Dengan kecanggihan sistem saat ini, nyala dan matinya lampu pun dapat dikendalikan dengan remote control dalam sebuah sistem integrasi (yang biasanya terhubung pula dengan sistem keamanan).
Jenis-jenis Posisi Lampu
Seperti yang telah kami singgung bahwa posisi lampu harus diperhatikan, maka berikut ini akan  kami bahas mengenai jenis-jenis posisi lampu tersebut. Ada tujuh jenis posisi lampu yang dapat diterapkan dalam desain pencahayaan di loteng Anda yang baru
  1. Lampu langit-langit
Jenis lampu ini disebut juga ceiling light yang diletakkan pada plafon rumah. Cahaya yang dihasilkan bersifat ambient atau memberikan nuansa secara merata atay keseluruhan. Untuk mendapatkan cahaya lampu langit-langit yang lembut pilihlah lampu yang dapat mengarah ke atas, supaya dibiaskan terlebih dahulu. Untuk mendapatkan cahaya lampu langit-langit yang lebih kuat, pilihlah lampu yang menghadap langsung ke arah bawah.

     2.  Lampu gantung
Jenis lampu ini merupakan sumber cahaya yang paling baik ke seluruh penjuru ruangan. Apabila loteng baru rumah Anda tidak terlalu luas, Anda dapat menggunakan lampu gantung untuk efisiensi energi. Hal ini juga disebabkan tingkat fleksibilitasnya, yaitu ketinggian yang dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan.

     3.  Lampu standing dan lampu meja
Jenis lampu ini hanya menerangi sedikit area di sekitar lampu. Lampu standing dan meja pun dapat dipindah-pindah sesuai dengan kebutuhan. Dibandingkan dengan penanaman titik saklar, perangkat lampu ini lebih cocok untuk diposisikan sebagai letak stop kontak.
     4.  Lampu strip
Jenis lampu ini dipakai pada bagian yang membutuhkan cahaya terang secara lebih merata namun tidak terlalu kuat, misalnya pada kamar mandi. Pemasangan posisi lampu tersebut biasanya secara tidak langsung, yaitu di belakang permukaan kaca, yang bersifat sebagai screen atau penghalang.
     5.  Lampu downlight dan wallwasher
Jenis lampu ini merupakan kebutuhan yang masih sama dengan pencahayaan di lantai bawah, yaitu dipasang di plafon dan bagian dinding. Jenis lampu ini bersifat lebih terang daripada lampu langit-langit.
     6.  Lampu sorot
Jenis lampu ini memiliki penyebaran cahaya yang terbatas. Digunakan untuk aksen sebagai pendukung satu bagian atau elemen interior yang ingin ditonjolkan. Lampu sorot dapat juga diposisikan menjadi jenis downlight maupun uplight.
     7.  Lampu uplight
Jenis lampu ini efektif untuk ditempatkan pada bagian tangga atau dan railing. Lampu jenis ini merupakan sumber lampu aksen yang baik.

Ranking: 5

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

 
© Bangunan Udin | All Rights Reserved